Analisis Output

Oleh Kelompok 8

Analisis Output

  • Pengertian Analisis Output : analisis output (keluaran) adalah pengolahan data yang dihasilkan oleh sebuah simulasi dan analisis output ini berguna untuk memprediksi performansi sebuah sistem atau untuk membandingkan performansi terhadap dua atau  lebih rancangan sistem alternatif (Banks, et all., 2001).
  • Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Analisis Output

Didalam analisis output tergantung dari 2 hal, yaitu :

  1. KeadaanSistem (Terminating atau Non Terminating)
  2. KarakteristikPerilakunya ( Steady-State(status stabil) atau Transient(sementara) ).

Kami akan menjelaskan lebih dalam tentang deskripsi dari terminating dan non-terminating, beberapa contoh dalam kehidupan nyata, dan metode yang digunakan untuk mengimplementasinya.

  • Terminating dan Non Terminating

Sistem diklasifikasikan terminating jika kejadian yang menggerakkan sistem menghentikan kejadian dalam suatu waktu tertentu, sedangkan sistem diklasifikasikan non-terminating jika kejadian diskrit terjadi berulang-ulang tanpa batasan.

Dalam sistem terminating, status akhir sesi sebelumya tidak mempengaruhi status awal sesi berikutnya. Sebaliknya dalam sistem non-terminating,  kejadian diskrit menggerakkan sistem terjadi terus tanpa batas. Kita perlu tau untuk membedakan sistem terminating atau non-terminating, karena masing-masing mempunyai time to de analisis output  yang berbeda.

  • Contoh-contoh Sistem Terminanting

Berikut adalah contoh-contoh sistem Terminating:

  1. Antrian Bank: bank buka setiap hari jam 09.00 pagi dengan keadaan awal tidak ada nasabah dan ditutup jam 04.00 sore dan menyelesaikan layanan nasabah yang terakhir ada di antrian. Lama setiap sesi (hari) akan berbeda (tergantung dari jumlah nasabah yang masih mengantri jam 04.00 sore itu) tetapi setiap hari akan selalu dimulai dan diakhiri dengan tidak ada nasabah dalam antrian.  Dalam simulasi seperti ini, mengukur kinerja dengan cara menaksirkan waktu rata-rata waktu nasabah menunggu, sama halnya dengan menghitung waktu rata-rata nasabah tiba pada waktu berbeda setiap harinya.
  2. Peluang: permainan peluang ini bisa dicontohkan dengan pelemparan dua koin yang dilakukan oleh si A dan B. Jika kedua koin sama (menunjukkan head atau tail),  A akan memenangkan permainan tersebut. Sebaliknya, ketika koin itu dilemparkan dan yang muncul ada  head dan tail maka B akan memenangkan permainan. Ukuran kinerja bisa berupa rata-rata waktu permainan dan peluang memenangkan permainan.
  3. Sistem Basis Data: dalam basis data terkomputerisasi data didistribusikan di dalam beberapa file. Data dihubungkan menggunakan field kunci dan pointer. Ketika pertanyaan basis data terjadi, pencarian dilakukan di semua file yang mengandung data menggunakan field kunci dan pointer untuk mencari lokasi data yang diminta. Kejadian diakhiri setelah menemukan lokasi data yang dibutuhkan. Ukuran kinerja dalam basis data ini adalah jumlah rata-rata file yang diakses dan waktu rata-rata menemukan lokasi.
  4. Rata-rata Jumlah Pesawat yang menunggu untuk mendarat atau lepas landas.
  • Contoh-contoh Sistem Non Terminanting

Berikut adalah contoh-contoh sistem Non Terminating:

  1. Jobshop: fasilitas produksi terdiri dari beberapa stasiun kerja. Ketika suatu pekerjaan tiba pada fasilitas, pekerjaan itu akan melewati beberapa stasiun sampai diselesaikan. Meskipun shop hanya beroperasi satu shift dan tidak beroperasi pada hari Sabtu atau minggu, jobshop ini tergolong sistem nonterminating. Ketika operasi akan diakhiri (seperti pada Jumat malam), status akhir sistem akan menjadi status awal ketika operasi dimulai lagi. Siklus hidup sistem tidak terbatas dan sistem disimulasikan selama pengakumulasian statistik yang dibutuhkan untu ukuran kinerja. Ukuran kinerja bisa dalam bentuk utilisasi berbagai stasiun kerja, waktu rata-rata penyelesaian satu pekerjaan dan rata-rata pekerjaan dalam proses.
  2. Sistem Inventori: peritel menimbun barang dagangan dan melakukan pemesanan ulang ketika level inventori mencapai atau lebih rendah dari level yang ditentukan. Meskipun aktifitas jualan hanya 8 jam sehari dan 5 hari dalams atu minggu, inventori akhir pada hari tertentu akan menjadi inventori awal pada hari berikutnya. Kejadian diskrit yang menggerakkan sistem berlangsung tanpa batas, dan ukuran kinerja termasuk rata-rata inventori, fraksi order yang harus memesan ulang atau berlebih dan jumlah rata-rata order per tahun.
  3. Bandar Udara: selama 24 jam per hari, pesawat tiba dan berangkat dari bandara. Meskipun ada periode aktivitas ringan dan berat, keadaan pagi di bandara tergantung dari bagus tidaknya manajemen dilakukan sore sebelumnya dengan tidak ada pengakhiran sistem. Ukuran kinerja termasuk rata-rata waktu satu pesawat harus menunggu untuk lepas landas atau mendarat dan rata-rata jumlah pesawat menunggu untuk mendarat atau lepas landas.
  4. Rumah Sakit:  jumlah pasien yang masuk dan keluar setiap pagi tergantung dari jumlah pasien di rumah sakit dan panjang daftar tunggu sore sebelumnya. Pasien masuk rumah sakit dengan asumsi kamar inap tersedia. Begitu satu tempat tidur sudah diisi, tempat tidur itu tidak akan tersedia lagi sampai pasien tersebut sudah pulang atau pindah kamar. Pasien yang tidak dapat diterima, akan masuk ke rumah sakit lainnya jika memerlukan perawatan segera atau menunggu sampai ada tempat tidur yang kosong. Ukuran kinerja termasuk rata-rata jumlah pasien dalam klinik dan rata-rata waktu menunggu pasien untuk mendapatkan perawatan.

Contoh-contoh Sistem Steady-State danTransient

Berikutadalahcontoh-contohsistem Steady-State (yang DAPAT mencapai status stabil):

  1. Jobshop
  2. Bank Darah
  3. Pembayaran Tol

Berikutadalahcontoh-contohsistem Transient (yang TIDAK dapat mencapai status stabil):

  1. Pengguna Sistem Komputer Time-Shared
  2. Perusahaan Penerbangan dalam  Reservasi

Analisis Output untuk Sistem Terminating

Metode yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik sistem menggunakan model simulasi adalah mengumpulkan sampel karakteristik selama model simulasi dijalankan. Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membangun titik dan selang perkiraan karateristik.

Rata2 dan Standar Deviasi

Metode simulasi yang digunakan untuk meyakinkan pengamatan bahwa xi  bersifat independen dan mempunyai nilai ekspetasi umum adalah pengulangan. Selama menjalankan simulasi, pengamatan dilakukan untuk setiap titik waktu yang dirancang atau atas terjadinya kejadian yang dirancang.

Untuk simulasi yang diulang R kali, dengan K pengamatan intermediate dalam setiap simulasi, asumsikan:

Xij = pengamatanke-j ulanganke-i , dimana i = 1,2,……,R dan j = 1,2,……..,K

Yi = ukuran kinerja keseluruhan selama ulangan ke-i

Maka,

Rumus ao Terminating

 Maka interval pendugaan untuk E(xij) dan e(yi) adalah:

dan1  dan dan2

Analisis Output untuk Sistem Non Terminating

Metode yang digunakan untuk menganalisis output simulasi sistem non terminanting adalah pengulangan, batching,  otokorelasi, dan status regenerasi.

Berikutadalahcontoh-contohsistem Non Terminating:

  1. Metode Pengulangan: metode pengulangan yang digunakan sama dengan yang digunakan pada sistem terminating, tapi harus mengabaikan (meminimumkan) pengaruh kondisi awal pada output model. Hal ini dapat dilakukan dengan membuang pengamatan yang dikumpulkan pada fase awal simulasi dan hanya menggunakan data yang dikumpulkan setelah mencapai status stabil. Harus memiliki cara untuk memutuskan sampai mana data awal dan kapan mulai data status stabil. Disamping itu, biaya yang diminimalkan karena penjalanan fase awal mungkin cukup signifikan.
  2. Metode Batch: permasalahan yang dihadapi jika menggunakan metode pengulangan (biaya pengulangan untuk mengawali simulasi dan ketidakpastian lamanya fase transient) dapat dikurangi dengan metode batch. Dalam metode batch, satu simulasi panjang dijalankan dan ukuran statistik secara perodik dicatat dan kemudian dikembalikan ke titik awal. Pengembalian ke titik awal ini bisa didasarkan pada jangka waktu simulasi tertentu yang ditetapkan atau berdasarkan terjadinya sejumlah kejadian tertentu. Dalam metode batch, fase transient hanya akan dijalani sekali, sehingga hemat dalam perhitungan, dan jika lamanya fase transient tidak terukur, pengaruhnya akan berkurang sejalan dengan peningkatan batch. Kesulitan dalam metode batch adalah penentuan lama atau ukuran setiap batch. Jika memilih batch terlalu kecil, hasilnya tidak akan cukup saling bebas, sementara dengan menetapkan batch besar akan membutuhkan penambahan biaya yang lebih tinggi dibanding kebutuhan.
  3. Metode Otokorelasi : selain mengurangi korelasi antara sampel paralel, metode otokorelasi juga mengurangi pengaruh korelasi antara pengamatan untuk memperkirakan ragam proses yang sedang disimulasikan.
  4. Metode Regenerasi : metode regenerasi menghindari bias awal menggunakan titik regenerasi. Titik regenerasi (kadang-kadang disebut dengan titik pembaharuan) adalah status sistem dimana perilaku masa mendatang sistem bebas (independen) dari sebelumnya. Tidak mungkin mengidentifikasikan titik regenerasi untuk semua sistem, tetapi jika sistem benar-benar mempunyai titik regenerasi, itu dapat dieksploitasi untuk mendapatkan perkiraan titik dan interval sifat sistem.

Sumber:

[1]          http://www.gunadarma.ac.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s