Verifikasi dan Validasi Model

Oleh Kelompok 8

  • Pengertian Verifikasi : penentuan apakah mode konseptual simulasi (sebagai tandingan program komputer) adalah representasi akurat dari sistem nyata yang sedang dimodelkan.
  •  Pengertian Validasi : proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata.

gambar 1 Relasi VVM

  • Aturan Verifikasi dan Validasi dalam Simulasi : ketika membangun model simulasi sistem nyata, kita harus melewati beberapa tahapan atau level pemodelan, yaitu :
  1. Membangun model konseptual yang memuat elemen sistem nyata
  2. Membangun model logika yang memuat relasi logis antara elemen sistem juga variabel yang mempengaruhi sistem. Model kedua ini sering disebut sebagai model diagram alur
  3. Menggunakan model diagram alur ini, lalu dikembangkan program komputer, yang disebut juga sebagai model simulasi, yang akan mengeksekusi model diagram alur
  4. Validasi model, kita mengembangkan representasi kredibel sistem nyata
  5. Verifikasi , memeriksa apakah logika model diimplementasikan dengan benar atau tidak
  •  Hal yang harus diperhatikan dalam verifikasi dan validasi

Tabel VVM

Petunjuk umum dalam menentukan tingkat kedetailan yang diperlukan dalam model simulasi :

  1. Teliti dalam mendefinisikan
  2. Model-model tidak valid secara universal
  3. Memanfaatkan ‘pakar’ dan analisis sensitivitas untuk membantu menentukan level detil model
  • Validasi Model Konseptual : validasi model konseptual adalah proses pembentukan abstraksi relevan sistem nyata terhadap pertanyaan model simulasi yang diharapkan akan dijawab. Validasi model simulasi dapat dibayangkan sebagai proses pengikat dimana analis simulasi, pengambil keputusan dan manajer sistem setuju aspek mana dari sistem nyata yang akan dimasukkan dalam model, dan informasi apa (output) yang diharapkan akan dihasilkan dari model. Tidak ada metode standar untuk validasi model konseptual, kita hanya akan melihat beberapa metode yang berguna untuk validasi.
  • Representasi Kejadian Sistem : metode ini menggunakan graf kejadian seperti yang digunakan dalam pengembangan model simulasi. Teknik pembuatan grafnya juga sama. Kita harus mendefinisikan dengan jelas relasi kondisional antar kejadian. Representasi graf dapat digunakan sebagai jembatan ke model logis (model diagram alur) juga sebagai alat bantu komunikasi antara analis simulasi, pengambil keputusan dan manajer. Hampir sama dengan graf kejadian adalah model diagram alur, merepresentasikan aliran entitas melalui sistem.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s